1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Pesawat destilasi
adalah suatu alat yang di gunakan untuk merubah air laut menjadi air tawar
melalui proses pengembunan,dimana air laut diuapkan dimana uap yang dihasilkan
selanjutnya didinginkan sehingga terbentuk embun.Menurut suyanto(1983),sistem
destilasi merupakan alat alat yang digunakan untuk merubah air laut menjadi air
tawar yaitu dengan memanaskan air laut dan uap yang terjadi selanjutnya
didinginkan sehingga mengembun dan terbentuk air suling atau kondensat.
Pada
kapal-kapal yang melakukan pelayaran yang lama penggunaan mesin pembuat air
tawar ini sangat diperlukan guna mencukupi kebutuhan air tawar diatas kapal,
seperti untuk memproses hasil tangkapan,untuk keperluan
mandi,mencuci,masak,minum,pendingin motor induk dan motor bantu,dan lain
sebagainya. Apabila kapal tersebut tidak menggunakan mesin pembuat air tawar
maka kapal tersebut harus menyediakan tangki yang banyak untuk menyimpan air
tawar yang diangkut dari darat agar kebutuhan air tawar bisa mencukupi. Akan
tetapi pemanfaatan ruangan diatas kapal tidak efsien.Dengan adanya mesin
pembuat air tawar tersebut maka ruangan lebih efesien sehingga tangki yang
semestinya digunakan untuk menyimpan air tawar bisa digunakan untuk keperluan
lain.
Mesin
pembuat air tawar bekerja dengan memanfaatkan panas dari air pendingin mesin
induk.dimana setelah mendinginkan mesin induk sebagian dari air pendingin
tersebut akan dialirkan kepemanas untuk memaskan air laut yang ada diruang
pemanas ,sedangkan sebagian menuju ketempat pendingin air tawar (fresh water cooler) yang berada di
bagian bawah kapal.Air laut yang di panaskan diruang pemanas tadi akan
menghasilkan uap selanjutnya uap tersebut akan menuju keruang kondensor.
Dikondensor ini uap yang dihasilkan tadi akan didinginkan sehingga menghasilkan
air tawar dan kemudian air tawar tersebut akan dipompakan ke tangki air tawar.
Untuk
mengoptimalkan kerja sistem destilasi perlu dilakukan tindakan perawatan,
karena dengan sering dan lamanya operasi akan menimbulkan endapan-endapan yang
terjadi pada komponen sistem destilasi,sehingga komponen menimbulkan hambatan
atau kemacetan-kemacetan pada saat pengoperasian.
1.2
TUJUAN
1.
Mengetahui
peranan mesin pembuat air tawar diatas kapal.
2.
Mengetahui
komponen-komponen dari mesin pembuat air tawar serta fungsinya.
3.
Mampu
menghidupkan dan mematikan mesin pembuat air tawar
4.
Mengetahui
pemeliharaan yang perlu dilakukan mesin pembuat air tawar
1.3
BATASAN
MASALAH
1.
Peranan
dari mesin pembuat air tawar.
2.
Komponen
komponen dari mesin pembuat air tawar.
3.
Pemeliharaan
yang dilakukan terhadap mesin pembuat air tawar.
2.
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
Pengertian
destilasi
destilasi
adalah suatu proses penguapan yang diusul pengembunan uap atau kombinasi dari
penguapan dan pengembunan, Anwir (1981) dalam Heriyanto (2004) dan menurut
Suyanto (1983) pesawat evaporator atau pesawat penguapan dipakai untuk mengubah
air laut menjadi air tawar yang selanjutnya didinginkan pada ruangan yang lain,
sehingga terbentuk air suling yang disebut suatu proses perubahan fase cair
menjadi fase uap dimana pada tahap akhir air laut akan mengalami kondensasi
menjadi air murni.
Menurut Kister (1998) dalam bolang (2004)
destilasi merupakan suatu proses yang secara fisik memisahkan suatu campuran
menjadi dua atau lebih produk dengan titik penguapan tertentu yang berbeda
dengan keistimewaan yang bahwa dengan pemanasan komponen yang lebih mudah menguap
akan lebih cepat terpisah dari campuran.
Menurut Hefni (2003) dalam bolang (2004)
air memiliki sifat karakteristik yang tidak dimiliki oleh senyawa kimia lain.
Pada kisaran suhu yang sesuai dengan kehidupan yakni 0 c sampai 100 c untuk
suhu 0 c merupakan titik beku dan suhu 100 c merupakan titik didih.
2.2
PRINSIP KERJA SISTIM DESTILASI
Sujanto (1983) menjelaskan bahwa untuk
menguapkan air laut didalam ketel cukup menggunakan air pendingin dari motor
induk atau motor bantu yang bersuhu antara 70 c sampai 8 c. Karena titik didih
air laut tergantung dari tekanan permukaan, oleh sebab itu dengan mnurunkan
tekanan permukaan air laut tersebut maka air laut tersebut akan mendidih
dibawah titik didih yang lebih rendah, hubungan antara titik didih dengan
takanan permukaan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Hubungan antara
tekanan dan titik didih
|
Tekanan (bar)
|
0,13
|
1
|
10
|
20
|
100
|
|
Titik didih(c)
|
50
|
100
|
180
|
212
|
311
|
Sumber : Bolang (2004)
Dan menurut masaharu (1998)
instalasi pembuat air dengan menggunakan sisa panas pendinginan air tawar
dengan cara mendinginkan selubung mesin diesel untuk menguapkan air laut
dibawah vakum tinggi dan menghasilkan air tawar.
Alat ini bekerja dengan memanfaatkan
air panas air pendingin yang keluar dari mesin induk, maka sama sekali tidak diperlukan
bahan bakar, hanya dperlukan tenaga listrik untuk menggerakkan pompa-pompa
bantu. Air pendingin keluar dari motor diesel mempunyai suhu antara 60 c sammpi
75 c. Sebagian dari air ini dialirkan masuk ke evaporator (1) yang akan
memanaskan air laut didalam pemanas(A).Air laut masuk kedalam pemanas melalui
saluran (3). Air dari motor diesel akan beredar di sekitar pipa pipa sehingga
akan meyerakan panasnya kepada air
laut didalam pipa. Air laut akan menguap
pada suhu 35 c sampai 45 c, karena tekanan didalam evaporator ini dibuat rendah
sekali (vakum),penurunan tekanan dilakukan dengan memakai ejektor air. Uap yang
dihasilkan dari pemanas (A) akan melalui dinding deflector (8), sehingga
kemungkinan terbawanya cairan ke ruang uap (B) dapat di cegah. Uap ini selanjutnya
menuju kondensor (C) dimana didalam sejumlah pipa-pipa di alirkan air pendingin
(laut) dari saluran (5), sehingga tersebut akan mencair dan di pompakan keluar
melalui saluran (7) menuju ke tanki penampung.
2.3 KOMPONEN
DAN KONTRUKSI FRESH WATER GENERATOR
Menurut Roemzana (2001),fresh water generator pada umumnya
merupakan suatu pesawat yang didalam proses kerjanya memanfaatkan panas
sehingga dalam kontruksinya harus mampu menahan panas dan dikontruksikan untuk
meningkatkan efisiensi pemanasan maka fresh
water generator di buat dari bahan dari bahan besi tuang.
Selain itu fresh water generator harus mampu menampung uap dari pemanasan air
laut sehingga untuk badan ketel dibuat agak sedikit cembung, hal ini bertujuan
agar mampu menahan tekanan dan uap yang dihasilkan sehingga tidak terjadi
kebocoran dan badan ketel mampu menampung uap dalam jumlah yang banyak(Roemzana
2001).komponen dari fersh water generator ini terdiri dari
komponen pemanas, penguap, pomp-pompa,filter alat ukur alat keamanan.
Kontruksi dari fresh water generator dibuat cembung pada bagian atasnya, hal ini
berguna untuk menampung uap dengan tekanan yang tinggi. Sedangkan untuk bahan
ketel terbuat dari besi tuang. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya
pengkaratan, Selain itu,fresh water
generator menggunakan sistem pipa air dimana air yang memanaskan berada
dalam pipa sedangkan air yang di panaskan berada di luar pipa (Brujin de.
L.muilwikik.l, 1978)
2.3.1
KOMPONEN-KOMPONEN
SISTEM DESTILASI
1.
Ketel
Destilasi
Ketel destilasi adalah suatu bejana yang
didalamnya akan terjadi penguapan dan pengembunan untuk mendapatkan air tawar.Ketel
ini terbuat dari logam yang didalamnya terdapat pemanas untuk memanaskan air
yang berada didalam ketel.
2.
Pemanas
Menurut kamajaya (1995) dalam bolang
(2004), panas dapat merambat dengan cara penghantaran aliran dan pancaran.
Pemanas yaitu suatu alat yang berbentuk tabung yang dibagian dalamnya dialiri
air panas dari pendinginan mesin induk sedangkan diluarnya dialiri air laut.
Dengan panas ini akan memanaskan air laut sehingga terjadi penguapan. Pemanas
sangat mempengaruhi kerja dari sistem destilasi, karena pemanas sangat penting
dalam proses destilasi maka pemanas harus selalu dijaga dari kotoran yang
mempengaruhi proses perpindahan panas.
3.
Kondensor
Kondensor adalah alat yang di gunakan
untuk mengubah bentuk uap jadi air yaitu dengan cara menurunkan suhu uap
tersebut hingga mencapai suhu pengembunannya pada tekanan yang sesuai.Jumlah
kalor yang dipindahkan melalui dinding pipa pendingin tergantung perbedaan
temperatur,material pipa laju aliran massa fluida kerja dan sebagainya.
4.
Saringan
Saringan adalah alat untuk memisahkan
benda asing yang ikut bersirkulasi di dalam suatu sistem yang sifatnya akan
merusak sistem tersebut, maka benda asing tersebut harus disingkirkan dengan
menggunakan saringan. Pada sistem destilasi sringan uap air terbuat dari logam
monel yang berfungsi menyaring uap yang terjadi bersamaan dengan titik air laut
yang naik.
5.
Katup
Selonoid
Katup selenoid adalah katup yang dapat
terbuka dan tertutup dengan gaya elekromangnetik, pada waktu saklar dihidupkan.
Apabila arus listrik mengalir melalui coi elektromagnetik, maka akan terjadi
medan magnet sehingga plunyer akan tertarik kebawah, dalam keadaan tersebut
katup akan membuka.Apabila aliran listrik di hentikan, plunyer akan bergerak
kedudukan semula dengan cepat karena beratnya sendiri. Dalam keadaan tersebut
katup akan menutup ( Arismunandarb,W 1980).
6.
Salinometer
Salinometer digunakan untuk mengukur
salinitas air laut yang terkangdung didalam air hasil destilasi dengan satuan
ppm,(Training Center Departement) (1994) dalam heriyanto (2004). Alat ini
dilengkapi dengan lampu peringatan dan bunyi bell sirine.Apabila kadar garam
maka pada waktu bersamaan katup selenoid akan membuka dan membuang air yang
masih mengandung garam tersebut keluar.
7.
Gelas
Penduga
Gelas penduga adalah suatu alat untuk
mengetahui tinggi rendahnya air didalam ketel destilasi. Tinggi rendahnya air
dapat dilihat dikaca penduga dan sama tinggi dengan air dalam ketel.
8.
Thermometer
Thermometer adalah suatu yang digunakan
untuk mengukur suhu. Alat ini bekerja berdasarkan atas mengembang dan
mengempiskan sejumlah kecil air raksa atau zat lain (Soeratmojo, 1981).
9.
Flow
Meter
Alat ini digunakan untuk mengetahui banyaknya air tawar yang
dihasilkan oleh alat destilasi.Jika alat
ini tidak menunjukan produksi air tawar maka hal ini berarti ada masalah pada
alat destilasi dan harus segera diatasi.
10.
Ejektor
Menurut Imawan (1996) dalam bolang
(2004) ejektor ini bekerja berdasarkan prinsip bernouli, yaitu jika kecepatan
fluida tinggi maka akan tekanannya menjadi rendah dan sebaliknya jika fluida
rendah maka tekanannya akan tinggi.
Dilihat dari fungsi dan kegunaannya,
ejektor terdapat dua macam yang masing-masing mempunyai tugasnya sendiri.
Adapun ejektor tersebut adalah sebagai berikut :
a.
Ejektor
vakum
Agar air laut dapat menguap pada suhu
yang lebih rendah,maka ketel destilasi harus dibuat vaukm dengan cara memasang
ejektor yang berhubungan langsung keruang kondensor dan akan mengisap terus
menerus udara dan gas-gas yang tidak mencair sehingga dapat menjadi tekanan
vakum.
b.
Ejektor
Air Laut
Didalam ruang pemanas sering terjadi
penguapan air laut, sehingga jika dibiarkan begitu saja kadar kadar garam air
laut akan semakin bertambah. Untuk mengatasi hal ini maka dipasang ejektor yang
akan membuang air laut agar volumenya dapat ditahan konstan (Sujanto, 1983).
11.
Pompa-Pompa
Sirkulasi
Zat
cair tidak akan pernah berpindah tempat sendirinya dari suatu ujung lainnya
untuk itu pergunakan daya dorong untuk melaksanakan penangkutan ini. Daya
dorong ini adalah perbandingan tekanan yang dibangkitkan dengan penggunaan
pompa, (Van Bergeyk,1986) dalam (Latief, 2000). Pompa yang umumnya digunakan
adalah pompa sentrifugal.Adapun pompa sirkulasi yang digunakan sistem destilasi
antara lain :
a.
Pompa
air laut
Pompa ini digunakan untuk menghisap air
laut dan menekannya kedalam kondensor untk mengembunkan uap air dan sisanya
akan ke ejektor air laut dan ejektor vakum. Pompa air laut ini selain berfungsi
untuk menvakumkan serta mmengalirkan air laut.
b.
Pompa
air panas
Pompa air panas digunakan untuk
mensirkulasikan air pendingin dari mesin induk kedalam pipa-pipa pemanas.
c.
Pompa
air tawar
Pompa ini digunakan untuk menghisap dan
menekan air tawar ke tanki penampungan yang selanjutnya akan digunakan untuk
berbagi kebutuhan.
2.4
Proses Mendapatkan Air Tawar dari air laut
Dalam kapal air segar digunakan untuk
diminum,memasak,pengisi ketel,pendingin mesin diesel dan lain-lain. Tetapi pada
saat melakukan perjalanan panjang atau pemakaian besar,pemuatan air segar tidak
cukup untuk memenuhi kebutuhan diatas kapal sehingga dipasang instalasi penghasil
air tawar dari air laut (Masaharu 1998)
pada dasarnya proses untuk mendapatkan air tawar dapat di bagi jadi empat
metode :
2.4.1
Metode
destilasi yaitu dengan menguapkan air laut dengan mengkondesasikan uap yang dihasilkan untuk destilasi air.
2.4.2
Metode
pembekuan yaitu dengan cara membentukan air laut dan es yang dihasilkan
dipisahkan dan selanjutnya dicairkan.
2.4.3
Metode
penggatian ion yaitu dengan jalan menghilangkan jalan ion garam melalui membran
resin penghasil ion.
2.4.4
Metode
osmotik terbalik yaitu dengan jalan menggunakan tekanan osmotik terbalik dan
membiarkan air laut melalui membran khusus untuk mengeluarkan air.
2.5 BEBERAPA CARA PEMURNIAN AIR LAUT
Pada
dasarnya, prinsip permurnian air laut adalah memisahkan garam dari air laut
sehingga diperoleh air tawar, yang dapat di-lakukan seperti berikut :
2.5.1 Penyulingan
Percobaan
pertama untuk memisahkan garam dari air laut adalah meniru cara alam, yaitu
dengan menguapkan air laut kemudian mengembunkan uapnya kembali. Ketika air
laut dipanaskan, hanya air yang menguap, garam-garam yang terlarut tetap
tinggal dalam larutan (air laut). ADIWIREJA (1984) mengemukakan suatu cara
sederhana untuk menyuling air laut (Gambar 3). Pada alat suling ini, bagian
dalam wadah perebus air laut dilengkapi dengan pipa-pipa tegak untuk memperluas
permukaan air yang dipanaskan. Dengan perluasan ini dapat diperoleh banyak uap
air dalam waktu relatif singkat. Alat suling ini
dapat dipergunakan sebagai perlengkapan kapal penangkap ikan atau penyediaan
air minum di perkampungan-perkampungan nelayan yang jauh dari sumber air tawar.
Bahan bakar seperti kayu, arang batu, minyak tanah dapat dipergunakan sebagai
tenaga pemanas pada alat ini. Kemudian, cara ini dikembangkan untuk mesin-mesin
suling yang menggunakan bahan bakar minyak atau tenaga matahari (solar system).
Pada umumnya, bahan bakar minyak sangat mahal sehingga dicari berbagai cara
untuk menghemat bahan bakar tersebut, misalnya :
a.
Memasukan
kembali air pendingin ke dalam tempat pendidih air. Karena air pendingin
tersebut telah me-nyerap panas dari uap air berarti sudah ada pemanasan awal,
sehingga pemasukan kembali air ini sebagai sumber uap dapat menghemat waktu dan
tenaga pemanas.
b.
Memanaskan
air di bawah tekanan atmosfir. Pada tekanan atmosfir (760 mm Hg), air mendidih
pada temperatur 100° C. Tetapi, bila tekanannya dinaikkan menjadi dua kali
(1520 mm Hg), air tidak mendidih sampai temperatur mencapai 120,1°.
c.
Sebaliknya,
apabila tekanan udara dikurangi menjadi separuhnya, penguapan akan segera
terjadi, ini dikenal dengan sebutan 'penguapan secara kilat' (flash
evaporation). Penguapan bertambah cepat apabila tekanan udara dikurangi lagi
(KOGAN 1974). Sebaliknya, apabila tekanan udara dikurangi menjadi separuhnya,
penguapan akan segera terjadi, ini dikenal dengan sebutan 'penguapan secara
kilat' (flash evaporation). Penguapan bertambah cepat apabila tekanan udara
dikurangi lagi (KOGAN 1974).

Gambar
1 . Siklus air di alam.
Pada dasarnya,
pengurangan tekanan udara pada berbagai tingkatan dilakukan untuk menghemat
bahan bakar. Prinsip ini digunakan pada mesin penguap dengan cara kilat
bertahap (multiflash evaporation) seperti ditunjukkan dalam Gambar 4. Air laut
yang dididihkan, darimana uap terjadi, mengalir sepanjang alat ini dari satu
arah, sementara itu temperaturnya perlahan-lahan diturunkan. Pada saat yang
sama, tempera-tur air laut pendingin perlahan-lahan meningkat ketika mengalir
dari arah sebalik-nya dan sebagian dimasukan kembali un-tuk sumber uap.
Kemungkinan menghemat bahan bakar minyak juga dapat dibuat de-ngan
menghubungkan mesin ini pada gene-rator listrik yang digerakkan oleh turbin uap
air. Disini ada penghematan yang saling menguntungkan, temperatur rendah dari
uap air yang keluar dari turbin sangat baik sebagai sumber air tawar, air asin
yang menuju mesin penguap dapat digunakan untuk mengembunkan uap tersebut dan
pada waktu yang sama juga dipanaskan.

Gambar 2.
Prinsip penguapan air laut secara kilat bertahap (multiflash evaporation)
(KOGAN 1974).
2.5.2 Pembekuan
Bila
air asin didinginkan sampai tempe-ratur di bawah 0° C, hanya air yang mem-beku
menjadi es. Garam-garam terlarut tetap tinggal dalam larutan. Jika es dapat
dipisah-kan dari air asin yang tidak dapat membeku, air tawar akan dihasilkan
ketika es dicairkan kembali. Pada air, panas laten untuk menca-ir jauh lebih
rendah daripada panas laten untuk menguap, dan temperatur normal bagi air laut
adalah lebih dekat dengan titik beku air daripada titik didihnya, sehingga cara
ini lebih menghemat bahan bakar daripada cara pemurnian air laut dengan cara
penyulingan.
Gambar 5
menunjukkan prinsip pemi-sahan air tawar dari air laut dengan cara pembekuan.
Untuk efisiensi tenaga pendi-ngin, air laut sebelum masuk ke tempat pem-bekuan
telah didinginkan dalam tabung pen-dingin oleh air tawar dingin dan air asin
di-ngin hasil dari proses pemisahan ini. Te-tapi, beberapa kesukaran teknis
harus di-tanggulangi sebelum prinsip ini dapat dipakai secara umum. Kesulitan
terjadi pada waktu-memisahkan kristal-kristal kecil es dari air asin.
Kristal-kristal tersebut cenderung ber-lekatan satu dengan yang lain dan
mengu-rung air asin di antara mereka. Di antara berbagai cara yang telah
dicoba, ada dua cara yang dapat dikemukakan disini, yaitu :
a. Mencuci kristal-kristal es tersebut
dengan air tawar, meskipun ini berarti pemborosan air tawar yang dihasilkan.
b. Memisah-kan kristal-kristal es dari air
asin dengan cara dipusingkan dengan menggunakan me-sin pemusing (centrifuge)
(KOGAN 1974).

Gambar
3. Prinsip pemisahan air tawar dari air laut dengan cara pembekuan (KOGAN
1974).
2.5.3 Ionisasi
Pada
proses ionisasi, air asin diaiirkan melalui bilik-bilik sempit. Di antara kedua
sisi bilik tersebut dialirkan arus listrik langsung (direct electric current).
Arus itu menyebabkan ion Natrium serta ion-ion ber-muatan positif yang lain dan
ion klorine ser-ta ion-ion bermuatan negatif berpindah menuju membran-membran
yang berderet di dalam bilik tadi. Membran listrik posi- tif diatur
berselang-seling dengan membranlistrik negatif. Pemisahan garam terjadi antara
dua membran. Pada dua bilik yang mengapit membran-membran ini, kepekatan garam
menjadi tinggi sehingga pemisahan air tawar dan air asin terjadi pada bilik
yang berselang-seling (Gambar 6). Memurnikan air laut dalam jumlah besar dengan
cara ionisasi adalah sangat mahal. Tetapi, cara ini sangat berguna pada keadaan
darurat (Gambar 7), karena alat yang digunakan sangat kecil dan ringan (KOGAN
1974).

Gambar
4. Prinsip pemurnian air laut dengan cara ionisasi (KOGAN 1974).

Gambar 5. Proses
terbentuknya tandon air di bawah tanah : a, hujan, b. sumur bor, c. lapisan
tanah tembus air, d. tandon air di bawah tanah, e. lapisan tanah kedap air
(KOGAN 1974).

Gambar 6. Alat
penyuling air laut : a. tungku pemanas, b. wadah perebus air laut,c. penyalur
panas/pipa-pipa yang berfungsi memperluas permukaan air, d. pendingin uap, e.
generator penyedot air laut (ADIWIREJA 1984).
DAFTAR
PUSTAKA
Arismunandar
W dan Saito,H 1980. Penyegaran Udara,PT. Pradnya Paramita, Jakarta
Bolang,
2004. Upaya Menjaga Kestabilan Produktifitas Sistem Destilasi , Jakarta
Latief,
2000. Peranan Sistem Destilasi Dan Pemeliharaannya, Jakarta
Sujanto,
1982. Pesawat Kapal I, Jakarta
Adiwereja, K. 1984.
Penyediaan air mi-num dari hasil destilasi air laut. Teru-buk
Bates, M. and
T.D. Evans 1976.Nucleus, English for science. Longman Group Limited,
London, pp.
Kogan, P. 1974. Understanding
science. Sampson Low, Marston & Co. ltd. pp
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking